Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Koneksi Antarmateri

Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi

Menurut Ki Hajar Dewantara hidup tumbuhnya anak bukan karena kehendak pendidik, tetapi menurut kodratnya. Tugas pendidik diibaratkan sebagai petani yang hanya dapat menuntun tumbuhnya padi, memelihara, memberi pupuk dan air, membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu, tetapi tidak dapat mengganti kodratnya menjadi jagung. Pesan KHD tersebut terasa masih sangat relevan hingga saat ini, yaitu bagaimana murid yang memiliki kodrat berbeda-beda dapat difasilitasi dalam dioptimalkan menuju kebahagiaan dan keselamatan setinggi-tingginya, menjadi merdeka lahir dan batin. Pendidik harus menghamba pada kepentingan dan kebutuhan murid. Hal ini selaras dengan nilai guru yang berpihak pada murid dalam perannya sebagai pemimpin pembelajaran.  Guru sebagai pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid semestinya berusaha melayani kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran berdiferensiasi. Dalam pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti guru harus mengajar dengan 32 cara yang berbeda ...

Peran Guru Penggerak dalam Menciptakan Budaya Positif di Sekolah

Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara merupakan tuntunan terhadap segala kodrat pada anak agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat. Pendidikan haruslah memperhatikan minat, bakat, kebutuhan belajar, kodrat alam dan kodrat zaman yang ada pada murid. Pendidikan merupakan tempat persemaian benih-benih kebudayaan, artinya pendidikan harus mengutamakan budi pekerti. Dengan demikian pendidikan menjadi ruang bagi murid untuk bertumbuh secara utuh agar mampu memuliakan dirinya dan orang lain (merdeka batin) dan menjadi mandiri (merdeka lahir). Semangat menuju kebebasan belajar, berpikir, untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan berdasarkan kesusilaan ini, menjadi tema besar kebijakan pendidikan Indonesia saat ini yaitu Merdeka Belajar untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Pelajar Pancasila disini berarti pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila yaitu 1) Beriman, b...

Kaitan Peran Pendidik dalam Mewujudkan Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Profil Pelajar Pancasila dengan Paradigma Inkuiri Apresiatif

  UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen memberikan pengertian guru sebagai tenaga pendidik profesional yang memiliki tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Sosok guru atau pendidik memiliki peran yang sangat penting dalam proses menciptakan generasi penerus yang berkualitas, baik secara intelektual maupun akhlaknya sehingga kelas dapat berhasil meneruskan estafet kepemimpinan bangsa. Tugas dan tanggung jawab guru sangatlah besar. Tidak sekedar menyampaikan materi pelajaran saja. Tetapi lebih dari itu seorang pendidik memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Profil Pelajar Pancasila.  Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, seorang pendidik menggunakan beberapa alat, metode atau sarana, salah satunya paradigma inkuiri apresiatif. Lalu apa kaitan antara peran pendidi...

PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN

Ki Hadjar Dewantara dilahirkan pada hari kamis legi, 2 Ramadhan 1309 H atau bertepatan dengan tanggal 2 Mei 1889. Keluarga besar beliau merupakan keturunan pangeran Kadipaten Puro Pakualaman yang notabenenya adalah seorang ningrat, nama lengkap beliau Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Banyak sekali gagasan-gagasan tentang pendidikan yang beliau cetuskan dan praktikkan sehingga pantas untuk digali dan direfleksikan diantaranya: Pertama, pendidikan adalah tuntunan. Pendidikan merupakan tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Selain itu pendidikan dimaksudkan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Mendidik sama dengan menuntun. Tugas pendidik adalah sebagai ‘pamong’ atau pengasuh untuk mengembangkan semua potensi anak berupa, minat, bakat, potensi, pengetahuan, keterampilan hingga budi pekerti. Kedua, hidup dan tumbuh anak menurut kodratny...